Hubungan kekuatan otot dengan kualitas hidup pasien lanjut usia di Panti Wredha Natar, Kabupaten Lampung Selatan

Authors

  • Iswandi Darwis Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung/RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Dewi Nur Fiana Departemen/KSM Kedokteran Fisik Rehabilitasi, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung/RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Gusti Ngurah P Pradnya Wisnu Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Neema Putri Prameswari Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Agustina Rajendra Putri Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Panggih Daru Panuluh Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Muhamad Jiofansyah Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Rizky Aprilia Wikayanti Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Muhammad Abiyoso Ramadhan Fakultas Kedokteran Universitas LampungProgram Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Gusti Agung Putu Yogy Vena Ananta Fakultas Kedokteran Universitas LampungProgram Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36216/jpd.v6i1.116

Keywords:

kekuatan otot, lansia, kualitas hidup

Abstract

Latar Belakang: Populasi lanjut usia (lansia) dunia meningkat sangat cepat. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (2013) memproyeksikan jumlahnya mencapai 24.754.500 jiwa pada tahun 2018. Lansia merupakan tahap fisiologis lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh beradaptasi terhadap stres lingkungan. Penurunan fungsi yang nyata pada lansia adalah penurunan masa otot atau atropi yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidup lansia.

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot dengan kualitas hidup pasien lanjut usia.

Metode: Penelitian ini merupakan observasional dengan pendekatan cross-sectional yang berlangsung pada bulan November-Desember 2019. Terdapat 40 responden lansia di Panti Wredha Natar Kabupaten Lampung Selatan yang tergabung dalam penelitian ini. Responden dilakukan pemeriksaan kekuatan otot menggunakan pemeriksaan hand grip strength dan penilaian kualitas hidup secara bersamaan.

Hasil: Subyek dengan kekuatan otot baik sebanyak 15 responden (65,22%) berkualitas hidup baik, sedangkan subyek dengan kekuatan otot lemah sebanyak 7 responden (41,17%) memiliki kualitas hidup baik. Subyek dengan kekuatan otot baik 1,5 kali memiliki kualitas hidup baik dibandingkan dengan kekuatan otot yang lemah secara bermakna (p = 0,034; IK 95% 1,34–10,45).

Simpulan: Kekuatan otot berhubungan dengan kualitas hidup lansia signifikan secara statistik.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Iswandi Darwis, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung/RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung/RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Dewi Nur Fiana, Departemen/KSM Kedokteran Fisik Rehabilitasi, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung/RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Departemen/KSM Kedokteran Fisik Rehabilitasi, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung/RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Gusti Ngurah P Pradnya Wisnu, Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Neema Putri Prameswari, Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Agustina Rajendra Putri, Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Panggih Daru Panuluh, Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Muhamad Jiofansyah, Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Rizky Aprilia Wikayanti, Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Muhammad Abiyoso Ramadhan, Fakultas Kedokteran Universitas LampungProgram Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Gusti Agung Putu Yogy Vena Ananta, Fakultas Kedokteran Universitas LampungProgram Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

References

World Health Organization. World health statistics 2013. Geneva: WHO press. 2013

Badan Pusat Statistik (BPS). Proyeksi pen-duduk Indonesia population projection 2010 –2035. Jakarta: Badan Pusat Statistik. 2013

Darmojo B, Martono H. Buku ajar geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Edisi 2. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2002.

Zuhdi M. Pendekatan komprehensif tehadap perawatan kesehatan pada usia lanjut menjelang tahun 2000. Majalah Kesehatan Masyarakat. 1998;56.

Brach JS, VanSwearingen JM. Physical impairment and disability: relationship to performance of activities of daily living in community-dwealling older men. Phys Ther. 2002;82(8):752-761.

Lauretani F, Russo CR, Bandinelli S. Age-associated changes in sceletal muscle and their effect on mobility : an operational diagnosis of sarcopenia. J Appl Physiol. 2003;95(5):1851-1860.

Setiati S. Geriatric medicine, sarkopenia, frailty, dan kualitas hidup pasien usia lanjut: tantangan masa depan pendidikan, penelitian dan pelayanan kedokteran di Indonesia. eJKI. 2013;1(3):234-242.

Pinontoan PM, Marunduh SR, Wungouw HIS. Gambaran kekuatan otot pada lansia di bplu senja cerah paniki bawah. eBM. 2015;3(1):3-5.

Ferruci L, Gularnik JM, Buchner D. Departures from linearity in the relationship between measures of muscular strength and physical performance of the lower extremities : the woman’s health and aging study. J Gerontol A Biol Sci Med Sci. 1997;52(5):M275-M285.

Verbrugge LM, Jette AM. The Disablement Procces. Soc. Sci. Med. 1994;38:1-14.

Massy-Westropp NM, Gill TK, Taylor AW, et al. Hand Grip Strength: age and gender stratified normative data in a population-based study. BMC Res. Notes. 2011;4:27.

Alexandre TDS, Cordeiro RC, Ramos LR. Factors associated to quality of life in active elderly. Rev Saude Publ. 2009;43(4):613-621.

Farzianpour F, Hosseini S, Rostami M, et al. Quality of life of the elderly. Int J Prev Med. 2012;9(1):714.

Falah NM, Putranto R, Setyohadi B, Rinaldi I. Uji Keandalan dan Kesahihan Kuesioner Kualitas Hidup Short Form 12 Berbahasa Indonesia pada Pasien Artritis Reumatoid. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. 2017;4(3):105-111.

Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta : Rineka Cipta. 2017

Utomo B. Hubungan antara kekuatan otot dan daya tahan otot anggota gerak bawah dengan kemampuan fungsional lanjut usia. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 2010

Arjunan S, Kumar D. 2013. Age-associated changes in muscle activity during isometric contraction. muscle and nerve. Muscle Nerve. 2013;47(4):545-549.

Hida T, Harada A, Imagama S, et al. Managing sarcopenia and its related-fractures to improve quality of life in geriatric populations. Aging Dis. 2014;5(4):226-237.

Rao S. Prevention of falls in older patients. Am Fam Physician. 2005;73(1):81-88

Bertoni M, Maggi S, Manzato E, et al. Depressive symptom and muscle weakness : a two-way relation?. Exp Gerontol. 2018;108:87-91.

Rizzoli R, Reginster JY, Arnal JF, et al. Quality of life in sarcopenia and frailty. Calcif Tissue Int. 2013;93(2):101-120.

Pernambuco CS, Rodrigues BM, Bezerra JCP, et al. Quality of life, elderly and physical activity. Health. 2012;4(2):88-93.

Lam N, Goh H, Kamaruzzaman S, et al. Normative data for hand grip strength and key pinch strength, stratified by age and gender for multiethnic asian population. Singapore Med J. 2016; 57(10):578-584.

Yang S, Li T, Yang H, et al. Association between muscle strength and health-related quality of life in a Chinese rural elderly population: a cross-sectional study. BMJ Open. 2020;10:1-10.

Samuel D, Rowe P, Hood V, et al. The relationship between muscle strength, biomechanical functional moments and health-related quality of life in non-elite older adults. Age Ageing. 2012;41:224-230.

Neto SSL, Kamikowiski MGO, Tavares AB, et al. Association between sarcopenia, sarcopenic obesity, muscle strength and quality of life variables in elderly women. Rev Bras Fisioter. 2012;16(5):360-367.

Downloads

Published

2022-07-13

How to Cite

1.
Darwis I, Fiana DN, Wisnu GNPP, Prameswari NP, Putri AR, Panuluh PD, Jiofansyah M, Wikayanti RA, Ramadhan MA, Ananta GAPYV. Hubungan kekuatan otot dengan kualitas hidup pasien lanjut usia di Panti Wredha Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Udayana In. Med. [Internet]. 2022 Jul. 13 [cited 2022 Aug. 15];6(1):19-24. Available from: https://jpdunud.org/index.php/JPD/article/view/116