Seorang penderita syok anafilaktik dengan manifestasi takikardi supraventrikular

Authors

  • Tjok Prima Dewi Pemayun Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ketut Suryana Departemen/KSM Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36216/jpd.v3i2.71

Keywords:

syok anafilaksis, jantung, aritmia, takikardi supraventrikuler

Abstract

Syok anafilaksis termasuk kondisi kegawatdaruratan dengan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah kematian. Manifestasi pada syok anafilaksis dapat muncul dalam berbagai organ salah satunya sistem kardiovaskuler. Telah dilaporkan kasus perempuan 18 tahun dengan keluhan lemas dan berdebar setelah 4 jam mengkonsumsi makanan tertentu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pasien dengan tekanan darah turun 70/palpasi dan frekuensi nadi 145x per menit, regular dan isi kurang. Pada gambaran EKG ditemukan takikardi supraventrikular. Diagnosis berdasarkan kriteria Samson adalah pasien datang dengan kondisi syok yang merupakan salah satu dari tiga kriteria yaitu pasien datang dengan penurunan tekanan darah lebih dari 90 mmHg atau penurunan lebih dari 30% dari tekanan darah sebelumnya segera setelah pasien terpapar bahan alergen tanpa penyebab syok lainnya. Manifestasi sistem kardiovaskuler yang muncul adalah takikardi supraventricular unstable dengan penatalaksanaan syok anafilaksis adalah pemberian epinefrin sebanyak 2 kali, resusitasi cairan dengan infus NaCl 0,9% dan dilakukan kardioversi 50 joule karena hemodinamik yang tidak stabil.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ketut Suryana, Departemen/KSM Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia

Departemen/KSM Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia

References

1. Karnen GB, Iris R. Imunologi dasar. Dalam: Sudoyo AW, Setiohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati, penyunting. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta:Interna;2006; h.190-193.
2. Triggiani M, Patella V, Staiano R, Granata F, Marone G. Allergy and the cardiovascular system. Clinical and Experimental Immunology. 2008;153:7-11.
3. Volaluck S. Differential responses of mast cell toll-like receptor 2 and 4 in allergy and innate immunity. The Journal Clinical Investgation. 2002; 109:1351-1359.
4. Marone G, Patella V, Crescenzo GD, Genovese A, Monika A. Human Heart Mast Cells in Anaphylaxis and Cardiovascular Disease. Int Arch Allergy Immunol. 1995;107:72-75.
5. Laura M. Histamine and histamine intolerance. The American Journal of Clinical Nutrition. 2007;85:1185-96.
6. Stephen F, Richard FL. Anaphylaxis: a review causes and mechanisms. Journal Allergy Clinical Immunology. 2002;316:341-348
7. Brown A. Current Management of Anaphylaxis. Emergencias. 2009;21:213-223.
8. Kim H, David F. Anaphylaxis. Kim and Fischer Allergy, Asthma & Clinical Immunology. 2011;7:56-60.
9. Tupper J, Shaun V. Anaphylaxis. Canadian family Physician. 2010;56:98-105.
10. Estelle F. Anaphylaxis. American academy of allergy, asthma & Immunology. 2010;12:981-987.
11. Roger FJ, Stokes P. Anaphylaxis Shock: Pathophysiology, Recognition and Treatment. Respiratory and Critical Care Medicine. 2004;25:695-703.
12. Randall A, Mitchell JS, Jay S. Common type of supraventricular tachycardia: diagnosis and management. American Academy of Family Physician. 2010;942-952.

Published

2019-12-20

How to Cite

1.
Pemayun TPD, Suryana K. Seorang penderita syok anafilaktik dengan manifestasi takikardi supraventrikular. Udayana In. Med. [Internet]. 2019Dec.20 [cited 2020Oct.29];3(2):41-5. Available from: https://jpdunud.org/index.php/JPD/article/view/71